Mengetahui Syarat Dua Bangun Datar Kongruen atau Sebangun

Mengetahui syarat dua bangun datar kongruen atau sebangun – kali ini Anda akan belajar untuk mengetahui syarat bangun datar yang kongruen dan bangun datar yang sebangun. Tanpa Anda sadari sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari Anda telah menemukan contoh bangun datar yang kongruen, misalnya dua buah bingkai foto yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Dan juga tanpa anda sadari, bangun datar yang sebangun juga sudah anda lihat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya miniatur mainan mobil-mobilan yang dibuat sama dengan bentuk aslinya oleh pengrajin mainan.

Untuk memperjelas perbedaan apakah dua bangun datar dikatakan kongruen atau sebangun, mari kita simak secara cermat uraian berikut.

Syarat Dua Bangun Kongruen

Di atas telah di singgung bahwa dua buah bingkai foto merupakan contoh dua bangun datar yang kongruen. Kenapa hal ini terjadi ? Mari kita analisis bersama, perhatikan dua bingkai foto berikut. Bingkai foto pertama diberi nama T dengan titik sudut ABCD dan bingkai foto kedua diberi nama U dengan titik sudut PQRS.

Dua bangun datar kongruen

IDmathcirebon - Dua bangun datar kongruen

Bingkai T dan U dikatakan kongruen, jika bingkai T memiliki setiap panjang sisi AB = BC = CD = AD adalah 5 cm dengan setiap sudutnya 900. Dan bingkai U dengan panjang sisi PQ = QR = RS = SP = 5 cm serta besar sudutnya 900.

Dari kedua bingkai tersebut, secara singkat kita dapat katakan bahwa dua buah bangun datar dikatakan kongruen apabila panjang sisi dua bangun adalah sama dan sudut-sudut yang bersesuain juga sama. Sebagai contoh, panjang sisi AB = PQ dan sudut R = sudut C. Maka dapat kita tuliskan dengan simbol kongruen sebagai berikut bingkai ABCD ≌ bingkai PQRS.

Secara umum syarat dua bangun kongruen

  1. Dua bangun datar dikatakan kongruen jika dua bangun datar tersebut mempunyai sisi-sisi yang bersesuian sama panjang dan sudut-sdutu yang bersesuian sama besar.

  2. Sisi yang bersesuaian sama panjang dan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.

Syarat Dua Bangun Sebangun

Setelah anda tahu bahwa bangun datar yang kongruen. Mari kita cari tahun untuk bangun datar sebangun. Pada bangun sebangun ini, saya masih menggunakan contoh dua bingkai foto, namun ukuran foto kedua saya buat lebih kecil dari ukuran foto pertama.

Dua bangun datar sebangun

IDmathcirebon - Dua bangun datar sebangun

Jika Anda perhatikan bingkai T lebih besar dari bingkat U, itu benar sekali. Kedua bingkai tersebut memiliki besar sudut yang sama pada setiap titik sudutnya, namun memiliki perbedaan dari panjang sisi setiap bingkai. Apabila perbandingan setiap sisi memiliki nilai yang sama, maka bingkai T dan U adalah sebangun. Misalnya bingkat T memiliki panjang setiap sisinya adalah 5 cm dan bingkat U memiliki panjang sisinya adalah 4 cm, perbandingan sisi kedua bingkai tersebut adalah = ; =  ; =  ; dan = , karena memiliki nilai yang sama artinya bingkai T dan U adalah sebangun.

Secara umum syarat dua bangun sebangun

  1. Sudut-sudut yang besesuaian (seletak) pada kedua bangun datar sama besar,

  2. Perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian (seletak) pada kedua bangung datar sama.

Dari penjelasan di atas, dua bangun datar yang kongruen pasti sebangun namun dua bangun datar yang sebangun belum tentu kongruen.